Harga BBM Di Sulsel Maret 2026 Naik Ini Rincian Terbarunya

Sinyal Populer – Pada Maret 2026, masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) harus menghadapi kabar kurang mengenakkan, yakni kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di seluruh wilayah. Kenaikan ini berdampak signifikan terhadap perekonomian sehari-hari masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi utama. Lantas, apa yang menjadi penyebab kenaikan ini dan bagaimana rincian terbaru terkait harga BBM di Sulsel? Berikut ulasan lengkapnya.

Harga BBM Di Sulsel Maret 2026 Naik Ini Rincian Terbarunya

Memasuki periode Maret 2026, masyarakat di Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali harus menyesuaikan anggaran transportasi mereka. PT Pertamina (Persero) secara resmi melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi. Langkah ini diambil mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang dinamis dalam beberapa bulan terakhir.

Meskipun kenaikan ini menyasar produk komersial, stabilitas harga pada sektor subsidi tetap menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai rincian harga terbaru dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya.

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru di Sulawesi Selatan

Kenaikan harga yang berlaku mulai awal Maret 2026 ini mencakup produk Pertamax Series dan Dex Series. Di wilayah Sulawesi Selatan, harga cenderung lebih tinggi dibandingkan Pulau Jawa karena faktor biaya distribusi dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) setempat.

Berikut adalah rincian harga BBM per liter di SPBU Sulawesi Selatan per Maret 2026:

1. BBM Nonsubsidi (Mengalami Kenaikan)

  • Pertamax (RON 92): Rp 12.600

  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.350

  • Dexlite (CN 51): Rp 14.500

  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 14.800

2. BBM Subsidi dan Penugasan (Tetap Stabil)

Berita baiknya, pemerintah memutuskan untuk tidak mengubah harga BBM yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat luas dan pelaku UMKM:

  • Pertalite (RON 90): Rp 10.000

  • Bio Solar (Subsidi): Rp 6.800


Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Naik?

Kebijakan penyesuaian harga ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa variabel makroekonomi yang memaksa Pertamina untuk melakukan evaluasi periodik:

Fluktuasi Harga Minyak Mentah Global

Harga minyak mentah dunia, seperti Brent dan WTI, mengalami kenaikan akibat ketegangan geopolitik di beberapa wilayah produsen minyak utama. Sebagai negara yang masih melakukan impor sebagian kebutuhan BBM, Indonesia sangat terdampak oleh pergerakan harga komoditas ini.

Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memegang peranan krusial. Mengingat transaksi minyak internasional menggunakan mata uang dolar, melemahnya nilai tukar secara otomatis meningkatkan biaya pengadaan BBM bagi Pertamina.

Penyesuaian Pajak Daerah (PBBKB)

Setiap provinsi memiliki regulasi pajak bahan bakar yang berbeda-beda. Di Sulawesi Selatan, penyesuaian harga ini juga mencakup perhitungan komponen pajak daerah yang berkontribusi pada harga final di tingkat pompa (SPBU).


Dampak bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha di Sulsel

Kenaikan harga pada lini Pertamax dan Dex diperkirakan akan memberikan efek domino, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan sektor logistik yang menggunakan bahan bakar nonsubsidi.

  • Peralihan Konsumsi: Ada potensi sebagian pengguna Pertamax akan beralih kembali ke Pertalite. Hal ini menuntut pengawasan lebih ketat di SPBU agar stok BBM subsidi tetap tersedia bagi mereka yang benar-benar berhak.

  • Biaya Operasional Logistik: Bagi pengusaha transportasi yang menggunakan Dexlite, kenaikan ini tentu akan menambah beban biaya operasional. Meski kenaikannya berkisar antara Rp 200 hingga Rp 1.000 per liter, akumulasinya pada pengiriman jarak jauh tetap akan terasa.

Kesimpulan

Penyesuaian harga BBM di Sulawesi Selatan pada Maret 2026 mencerminkan kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Walaupun harga Pertamax dan Dex mengalami kenaikan, kebijakan untuk mempertahankan harga Pertalite dan Bio Solar diharapkan mampu meredam gejolak inflasi di sektor pangan dan kebutuhan pokok lainnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek informasi resmi melalui aplikasi MyPertamina atau situs web resmi untuk memastikan transparansi harga di setiap wilayah.